49 titik api Karhutla terdeteksi di Kalimantan Tengah

Jakarta –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (DPB) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalimantan Tengah) melaporkan bahwa jumlah titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mencapai 49 poin. Jumlah hot spot dilaporkan oleh Lapan Fire Hot Spot pada Kamis (15/8) pukul 18.00 WIB.

"Distribusi titik api terdeteksi di tujuh kabupaten dan satu kota, yaitu Pulang Pisau 21, Barito Selatan 9, Kapuas 8, Barito Timur 4, Kotawaringin 2 Timur, Lamandau 2, Seruyan 1, dan kabupaten Palangkaraya. Kota 2, "kata kepala penjabat. Pusat data, informasi, dan hubungan masyarakat BNPB, Agus Wibowo, dalam siaran persnya, Jumat (16/08/2019).

Agus mengatakan titik panas itu mempengaruhi kualitas udara di Kalimantan Tengah. Kualitas udara di Palangkaraya termasuk dalam kategori "sedang hingga tidak sehat".

"Sejumlah titik panas mempengaruhi kualitas udara di wilayah tengah Kalimantan Kualitas udara menunjukkan kategori intensitas sedang hingga tidak sehat di wilayah Palangkaraya , sedangkan di daerah lain seperti Pangkalan Bun, Sampit dan Muara Teweh, kualitas udaranya bagus, "kata Agus.

Selain itu, asap juga memengaruhi visibilitas. BPDB Kalimantan Tengah mencatat visibilitas bervariasi di beberapa tempat.

"Asap yang masih ada di Kalimantan Tengah juga mempengaruhi visibilitas. BPBD Provinsi Kalimantan Tengah memiliki visibilitas yang berbeda di beberapa tempat, seperti Pangkalan Bun dan Sampit 9 km, Palangkaraya 6 km, Buntok 5 km dan Muara Teweh 4 km, "sambungnya.

Untuk mengatasi bahaya asap, BPDB Provinsi Kalimantan Tengah menyediakan layanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, BPBD juga menyediakan masker untuk siswa sekolah dasar di Langkai dan Tanjung Pinang.

"Mengantisipasi bahaya asap, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dan lembaga terkait lainnya menyediakan layanan kesehatan bagi petugas dan sukarelawan yang berusaha memerangi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, BPBD juga menyediakan masker untuk siswa sekolah dasar, seperti SDN 11 Langkai dan SDN 3 Tanjung Pinang, "jelas Agus.

Agus mengatakan bahwa, sampai sekarang, DPBD kabupaten dan kota dan provinsi terus memerangi kebakaran dan kebakaran. ini panas Sebanyak 1.512 anggota staf melakukan operasi pemadaman, pendinginan atau pembersihan.

"Sebanyak 1.512 orang didistribusikan di antara 705 orang, 500 TNI, 205 Polri, dan BPBD 102. Kekuatan gabungan tersebar di beberapa tempat dan tugas utama mereka, yaitu pencegahan, adalah turun ke masyarakat untuk mendesak mereka agar tidak membakar bumi, "lanjutnya.

Agus mengatakan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan di daerah-daerah yang rentan, seperti patroli. Selain pemadaman listrik juga dibantu oleh bom air atau bendungan air helikopter.

"Upaya pencegahan lainnya termasuk patroli di daerah rentan dan, tentu saja, upaya untuk memadamkan dan menegakkan hukum," katanya.

"Sejumlah helikopter melakukan pemboman (di atas air) di beberapa titik, seperti helikopter Mi-7 yang melakukan 2 operasi penyortiran di daerah Bukit Tunggal. dan Marang. Total 2 operasi pengeboman hanya di wilayah tersebut mengkonsumsi 160.000 liter air atau 40 kali pengeboman, "katanya.

(lir / gbr)

Related posts

Leave a Comment