Liputan6.com, Jakarta – Airbag atau airbag menjadi elemen keselamatan pasif yang harus dimiliki semua kendaraan. Komponen ini memainkan peran penting ketika mobil mengalami insiden seperti tabrakan.

Dalam tabrakan, airbag mengembang dan mengurangi cedera fatal pada pengemudi atau penumpang.

Sebagai aturan, airbag tersedia di kemudi atau sisi pengemudi dan penumpang. Banyak produsen mobil kini mulai membuat airbag lutut untuk memberikan perlindungan ekstra bagi pengendara.

Namun, Lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan (IIHS) menerbitkan kesimpulan yang mengejutkan tentang efektivitas airbag lutut ini. Menurut IIHS, fitur baru ini tidak memiliki efek signifikan pada keselamatan berkendara.

Dikutip di Carscoops pada Selasa, 13 Agustus 2019, sebuah studi IIHS mengumpulkan data pada 400 kecelakaan yang terjadi di Amerika Serikat. Kemudian institut membandingkan risiko cedera pada kendaraan yang menggunakan airbag lutut dan mereka yang tidak menggunakannya.

Kesimpulannya, airbag lutut tidak terlalu bermanfaat. Studi IIHS menemukan bahwa airbag lutut mengurangi jumlah cedera dari 7,9% menjadi 7,4%.

"Ada banyak strategi desain berbeda untuk melindungi dari jenis cedera kaki dan kaki yang disediakan oleh airbag lutut," tulis peneliti senior IIHS, Becky Mueller.

Related posts

Leave a Comment