Anies Baswedan Sati Representasi Komite Khusus Gubernur Alternatif DKI Jakarta Mundur

Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengkritik pilihan wakil gubernur baru setelah pengunduran diri Sandiaga Uno sejak 2018.

Jalan Kebon Sirih, di pusat Parlemen Daerah DKI di Jakarta, Rabu (14/8/2019), di Jakarta Pusat, di Anies Baswedan, mengatakan itu tidak jelas. untuk mengetahui siapa yang akan menemaninya untuk menjalankan ibukota.

"Kenapa saya diminta datang dan pergi, seperti Panitia Khusus, kursi belum ada di sana," katanya sambil tersenyum kepada jurnalis.

Baca: Pengamat: Amandemen UUD 1945 mengancam presiden baru pada 2024

Baca: Pengacara Dakwa, mantan direktur jenderal Krakatau Steel, menerima 156 juta rupee

Untuk dibaca: Ariel mengomentari mengapa Uki menarik diri dari Nuh dilaporkan menjadi subjek desas-desus karena emigrasi

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengisyaratkan bahwa dia akan tetap pada jawaban yang sama ketika dia berulang kali ditanyai tentang hal itu.

Karena, menurutnya, tidak ada kemajuan sehubungan dengan kinerja komite khusus.

"Saya telah berulang kali menjawab pertanyaan yang sama, dan saya juga berharap Komite Khusus segera menyelesaikan pekerjaannya dan akan segera dimasukkan kembali ke rapat pleno. kasus, masalah akan terpecahkan, "katanya.

Dibaca: diduga ada kejahatan dunia maya, Kabareskrim meminta Dirsiber untuk menyelidiki insiden pemadaman 4 Agustus 2019

Anies menyesalkan kelambatan pekerjaan Komite Khusus, meskipun partai pembawa telah mengusulkan dua nama sejak Maret 2019.

"Sudah lima bulan sekarang, tanggung jawab tidak lagi menjadi tanggung jawab partai pengusung, mereka sudah mengusulkan nama, bola sekarang di komite khusus," katanya.

DPRK dimainkan oleh

Related posts

Leave a Comment