Bagaimana membangun komunikasi yang efektif untuk menjaga hubungan?

4. Cari tahu apa yang dibutuhkan pasangan Anda

Ketika pasangan memiliki masalah, kita cenderung tergoda untuk membuat saran untuk "memperbaiki" situasi. Tidak masalah jika pasangan Anda membutuhkan nasihat. Namun, seringkali cukup untuk didengarkan dan dipahami.

Dalam situasi seperti ini, mereka akan cenderung menolak saran atau bahkan bosan jika Anda lebih fokus pada gagasan tentang apa yang harus mereka lakukan untuk keluar dari masalah. Mereka mungkin menganggap saran Anda penting, seolah-olah apa yang mereka lakukan tidak cukup baik.

Anda harus memahami bahwa ketika berhadapan dengan masalah, pasangan terkadang membutuhkan dukungan emosional untuk membuat kita merasa lebih baik dan cukup kuat untuk menanganinya. Pasangan Anda mungkin sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah jika ia mendapatkan kepercayaan diri dan dukungan emosional Anda.

5. Jangan saling menyalahkan

Cobalah untuk tidak saling menyalahkan ketika terjadi kesalahan dan kondisinya menjadi sulit. Ketika kita disalahkan, kita cenderung bersikap defensif dan masalah sering muncul karena banyak hal.

Pengetahuan yang terbatas terkadang menyebabkan masalah. Karena itu, fokuslah pada apa yang dapat Anda lakukan untuk menemukan jalan keluar dan melakukan hal-hal yang berbeda di lain waktu. Bahkan jika Anda berada di sisi kanan dan pasangan Anda perlu mendengar pendapat Anda, itu bahkan bisa membuat hubungan dengan pasangan Anda kurang harmonis. Dampak yang mungkin dirasakan pasangan tidak diperhitungkan atau terlalu diatur.

Dengan komunikasi yang tepat, pasangan Anda tidak akan melihat Anda sebagai ancaman. Pastikan Anda mengomunikasikan kebutuhan Anda dengan komunikasi yang baik sehingga pasangan dapat didengar dan diperhitungkan.

Penulis: Eflien Anggelien

Related posts

Leave a Comment