Bandara KJRI Combs, 40 Orang Indonesia Terkonfirmasi

Jakarta –
Kelompok kerja perlindungan warga negara Indonesia, yang dibentuk oleh Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong, menyapu Bandara Internasional Hong Kong. Mereka menemukan lebih dari 40 warga Indonesia di dalam bandara.

"Kami bertemu lebih dari 40 orang di area terlarang (sisi udara) bandara," kata Erwin Akbar, dari tim gugus tugas perlindungan Warga negara Indonesia di Hong Kong, atas permintaan konfirmasi Senin, Senin. (12/8/2019)

Tim Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong sengaja menyapu bandara Hong Kong untuk memastikan kesehatan warga negaranya yang baik. Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong juga menyediakan makanan dan kebutuhan pokok bagi warga negara Indonesia.

"Sebagian besar warga negara Indonesia yang berada di area terbatas bandara adalah mereka yang transit dari Indonesia ke negara lain atau negara lain. transit, penerbangan penghubung mereka terganggu, sehingga mereka terdampar di bandara, dengan harapan kepastian jadwal penerbangan masing-masing, "katanya.

Erwin menyatakan bahwa sebagian besar penumpang yang tersisa di bandara menunggu untuk mengetahui maskapai masing-masing. Dia menambahkan bahwa situasi dan kondisi yang berlaku di dalam bandara aman.

"Penumpang duduk di kursi di ruang tunggu atau di tempat lain yang dianggap nyaman," katanya.

Sebelumnya, 47 tim renang dari DKI Jakarta terjebak di Bandara Internasional Hong Kong. Tim renang DKI dibawa ke Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong.

"Dia keluar dari bandara menggunakan bus," kata Pejabat Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, yang dihubungi oleh AFP, Senin (12/08) / 2019).

Tim renang akan kembali ke Jakarta tadi malam. Tetapi penerbangan dibatalkan karena ribuan pengunjuk rasa telah menduduki bandara Hong Kong. Menurut Mandala, tim renang DKI diperkirakan akan kembali ke Jakarta pada jam 9:15 pagi waktu setempat pada Selasa (13/8). Namun kepastian terbang ke Jakarta masih menunggu informasi tambahan dari maskapai.

Telah dilaporkan bahwa pemogokan massa demonstran anti-ekstradisi telah membuat Bandara Internasional Hong Kong lumpuh. Semua penerbangan dibatalkan karena ribuan pemrotes melakukan aksi di depan gerbang keberangkatan bandara.

Sejak Jumat (9/8), para peserta protes telah mencapai lebih dari 5.000 orang di gerbang keberangkatan Bandara Internasional Hong Kong. Akibatnya, semua penerbangan dibatalkan hari ini.

Aksi anti-pemerintah diorganisasikan untuk memprotes dukungan internasional bagi gerakan demokrasi, yang ditegaskan oleh para demonstran dalam aksi mereka selama dua bulan terakhir. Massa yang awalnya menolak untuk mengambil tindakan untuk menolak RUU ekstradisi kontroversial (UCR), yang mengatur ekstradisi tersangka kriminal ke China, telah berubah menjadi gerakan reformasi.

(jbr / fdn)

Related posts

Leave a Comment