FKUB memantau penyebaran radikalisme melalui media sosial

Memantau penyebaran radikalisme dalam kemitraan dengan TNI-Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG – Provinsi Bangka Bangta Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka Provinsi Bangka untuk mencegah pemahaman ini memecah belah persatuan bangsa.

"Kami, bersama dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah, terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya memahami radikalisme dan terorisme, khususnya kaum Millenial," kata presiden provinsi provinsi ini kepada FKUB. dari Kepulauan Babel, M Subuh, ke Pangkalpinang, [8/13].

Menurutnya, pemahaman Radikelisme dan terorisme sangat tidak konsisten dengan Indonesia, yang didasarkan pada Pancasila, UUD 1945 yang menghadirkan keragaman yang unik.

"Kemajuan teknologi saat ini, penyebaran pemahaman dan gerakan radikal telah diwujudkan secara online dan ini harus dihindari sehingga pemahaman ini tidak meluas ke publik", katanya. kata.

Menurutnya, tingkat kerentanan terhadap radikalisme dan terorisme di Bangka Belitung masih terkendali karena tidak ada gagasan menipu yang ditemukan di masyarakat.

[1945].

Namun, publik, terutama milenium, diminta untuk tidak mudah diyakinkan oleh undangan yang dibuat di media sosial untuk melakukan tindakan anarkis dan teroris yang mengganggu keamanan Bangka Belitung dan nasional.

"Terorisme dan terorisme ini bukan budaya, sehingga masyarakat tidak boleh percaya atau terprovokasi oleh berbagai bahasa panggilan radikal," katanya. kata.

Ia menyatakan bahwa dengan mencegah perjanjian ini, FKUB, bekerja sama dengan Kepolisian Nasional, terus mengintensifkan sosialisasi melalui seminar, lokakarya, dan lokakarya. acara lainnya untuk umum.

"Kita harus mencegah pemahaman ini, karena radikalisme adalah tindakan yang memaksakan kehendak dengan keinginannya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain," katanya.

Sumber: Antara

Related posts

Leave a Comment