Gathering Fortune

Tugas manusia yang beriman adalah mencari nafkah dengan cara yang halal dan maksimal

REPUBLIKA.CO.ID, dari: Agus Taufik Rahman

"Jangan Percaya bahwa keberuntunganmu datang terlambat, karena pada kenyataannya tidak ada pelayan yang akan mati sampai rizki terakhir yang telah ditentukan untuknya masuk. Jadi, coba jalan yang benar dalam mencari rizki, mengetahui dengan mengambil halal dan meninggalkan yang ilegal "(HR Al-Hakim).

Seringkali, manusia diliputi oleh kekhawatiran dan keputusasaan pada kepastian kekayaan mereka. Apalagi jika kondisi ekonomi semakin memburuk. Meningkatnya harga makanan pokok, meningkatnya jumlah PHK, terbatasnya jumlah pekerjaan dan kurangnya keterampilan seseorang. Ini spektrum yang menakutkan.

Di tengah krisis, misalnya, seseorang harus putus asa dengan karunia Allah SWT. Ini adalah kasus jika kepercayaan pada hadits yang ditunjukkan di atas adalah relevan.

Keputusasaan dan kekhawatiran yang berlebihan akan membuat semakin sulit untuk membuka pintu riceki yang telah dijelaskan. Rasa percaya diri dan optimisme harus terus dipupuk di jantung penyediaan rezeki Allah, dan disertai dengan upaya maksimal, halal dan kepercayaan, tentu saja. -Nya. Ngomong-ngomong, melemparkan keputus-asaan jauh ke dalam hati orang percaya.

& # 39; & # 39; … dan jangan putus asa dengan rahmat Tuhan. Memang, rahmat Allah tidak putus asa, tetapi orang-orang kafir "(QS Yusuf [12]: 87).

Tugas manusia adalah mencari rezeki dengan mencoba dan berdoa sesuai dengan etika dan cara yang dibenarkan Allah dan Kemudian, setelah itu, kita diperintahkan untuk melakukan semua hasil upaya kita kepada Allah SWT.

Tidak mungkin bagi Allah untuk melanggar janjinya kepada para hamba-Nya yang telah melakukan yang terbaik, manusia akan dihargai sesuai dengan upaya yang dimobilisasi.

"Dan, katakanlah Anda semua bekerja. Kemudian Allah, Utusan-Nya, dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaan Anda dan Anda akan dikembalikan kepada-Nya. siapa tahu yang tak terlihat dan yang asli. Lalu dia memberi Anda apa yang Anda lakukan "(QS Attaubah [9]: 105).

Jiwa yang tak tergoyahkan dan tidak putus asa adalah karakter dari seoran Muslim, jadi maksimalkan semua kemampuan yang dimiliki untuk memulihkan penjatahan yang telah ditentukan. Karena itu adalah sekte.

sumber: Pusat Data Republika

Related posts

Leave a Comment