Gus Solah: Istilah NKRI Syariah tidak tersedia

Syariah syariah masih diterapkan bahkan tanpa perkembangan dari tanah air Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penjaga pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Solahuddin Wahid alias Gus Sholah mengatakan bahwa tidak perlu istilah NKRI menjadi syariah. Menurutnya, ketentuan syariah juga tidak termasuk dalam UUD 1945.

"Menurut saya, hukum syariah NKRI tidak ada." Konstitusi kita sebelumnya berisi kata syariah. Tidak ada istilah NKRI dengan syariah, "kata Gus. Solah, begitu akrab disapa, di Jakarta, Senin (12/8).

Dia mengatakan, menjelaskan pertama bahwa UUD 1945 berisi kata syariah, yaitu "dengan kewajiban untuk menerapkan hukum Islam kepada penganutnya". Namun, ketujuh kata tersebut telah tergores menjadi Tuhan Yang Mahakuasa.

Menurut Gus Solah, syariah Islam masih bisa ada di Indonesia tanpa istilah yang diperlukan. Dia menekankan bahwa penolakannya terhadap istilah itu tidak berarti bahwa itu adalah hukum anti-Islam.

Dia mengungkapkan bahwa Syariah Islam dipertahankan di Indonesia tanpa perlu merumuskan NKRI Syariah. Nilai-nilai syariah ini menginspirasi penyusunan undang-undang di Indonesia. "Istilah ini tidak perlu karena ada sejumlah besar hukum Islam, universal dan spesifik, yang sudah termasuk dalam hukum," katanya.

Sebelumnya, Ulama Ijtima GNPF keempat Senin di Sentul (5 dari 8) kemudian merekomendasikan NKRI Syariah berdasarkan Pancasila. GNPF percaya bahwa hukum Islam termasuk dalam pembukaan dan badan Konstitusi 1945.

Related posts

Leave a Comment