Irak menolak partisipasi Israel dalam misi perlindungan maritim

Misi kelautan dan misionaris diusulkan oleh Amerika Serikat dan Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD – Irak telah menolak Israel untuk berpartisipasi dalam misi perlindungan maritim di Selat Ormuz, proposal yang diajukan oleh Amerika Serikat dan Amerika Serikat. Eropa untuk melindungi kapal dagang di Teluk Persia.

"Irak menolak keterlibatan pasukan entitas Zionis dalam pasukan militer yang bertujuan mengamankan jalur pelayaran di Teluk Persia, dengan Negara-negara Teluk bersama-sama mengamankan koridor-koridor navigasi, "kata Menteri Luar Negeri Irak Mohammed Ali al-Hakim, menurut Aljazair. Selasa (13/8).

Dia menambahkan bahwa Irak akan berusaha menekan ketegangan di wilayah tersebut. Bagaimana melakukan negosiasi diam-diam. Sementara kehadiran pasukan Barat di daerah itu akan meningkatkan ketegangan.

Ketegangan di Teluk Persia terus memburuk sejak tanker di Selat Hormuz diserang. Diikuti oleh Iran yang menembak jatuh drone AS. Selat Hormuz adalah rute pengiriman penting untuk tanker.

Washington dan sekutunya di wilayah Teluk menuduh Iran melakukan serangan kapal tanker minyak. Iran dengan tegas membantah tuduhan ini. Sejak itu, Amerika Serikat telah berupaya untuk menyatukan koalisi internasional untuk memastikan kebebasan navigasi di perairan ini.

Israel tidak membuat pengumuman resmi yang memintanya untuk bergabung dengan operasi. Meskipun media Israel melaporkan, ada kemungkinan mereka ikut bermain.

Ketegangan antara Teheran dan Washington telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Ketika Presiden AS Donald Trump mengusir negaranya dari perjanjian nuklir Iran atau Joint Global Action Plan (JCPOA) tahun lalu.

Jika koalisi terbentuk, dengan bantuan militer AS, setiap negara dapat memberikan pengawalan ke kapal dagang yang melintasi Selat Ormuz. Amerika Serikat akan mengerahkan drone pengintai dan kapal komando operasional.

Inggris telah mengumumkan niatnya untuk bergabung dengan koalisi. Beberapa negara Barat menolak untuk berpartisipasi, karena khawatir hal ini akan membahayakan negosiasi dengan Iran.

Sebelumnya, Jerman telah menyatakan bahwa dia tidak akan berpartisipasi. Menurut mereka yang saat ini harus melakukan ini, hindari apa pun yang bisa meningkatkan ketegangan.

Related posts

Leave a Comment