Kemenpar mengadakan debat tentang wisata keagamaan di Banten di pondok pesantren


Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan mengadakan diskusi kelompok untuk mengembangkan potensi wisata religi di daerah pedesaan dan perkotaan di Banten. Menurut Oneng Setya Harini, asisten asisten yang bertanggung jawab atas pengembangan budaya pariwisata di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, DFG ini merupakan langkah untuk mengidentifikasi potensi dan memberikan pemahaman tentang pengelolaan pariwisata religi dan pariwisata pedesaan.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di An-Nawawi Tanara Residential School di Serang, Banten, pada hari Rabu (13 // 8/2019). DFG juga mengundang pembicara dari pemimpin Tim Akselerasi Pariwisata Halal, Kepala Tim Akselerasi Pariwisata Pedesaan, Kepala Sekolah Perumahan dan H Ahmad Yani. MDI MUI, yang akan membahas masalah manajemen masjid yang profesional.

"Grup diskusi ini juga merupakan perintis pengembangan pariwisata budaya, dan nantinya akan diberikan saran teknis untuk menghasilkan produk wisata religi dengan paket wisata terintegrasi dengan tempat wisata lainnya di seluruh dunia. Banten, karena Banten memiliki potensi untuk menjadi sangat besar dan sangat kompetitif, "kata Oneng dalam keterangannya, Selasa (13/8/2019). Oneng juga mengatakan bahwa pengembangan wisata budaya menghadapi sejumlah masalah mendasar, yaitu pengelolaan pengelolaan kawasan. Ini karena tidak ada integrasi antar sektor untuk mengembangkan kawasan. Selain itu, ada juga masalah egoisme yang tinggi antara individu dan sektor.

"Dan selalu ada kekurangan kapasitas pemandu atau manajer dalam hal penafsiran dan narasi dan manajemen yang belum optimal dengan prinsip digital. Kami akan membahas semuanya di FGD, "kata Oneng.

Menurut Oneng, pada pertemuan itu, Kemenpar juga mengatakan. akan mengundang para tokoh masyarakat yang hadir untuk berkampanye atau mengolah nilai-nilai pesona Sapta Pesona, yaitu: keamanan, ketertiban, kebersihan, kesegaran, keindahan, keramahan dan berkesan di asrama harian dan masyarakat sekitar. Melalui diskusi kelompok ini, ia berharap dapat melukiskan gambaran lengkap tentang perkembangan wisata religi, termasuk pengelolaan desa wisata di sekitar sekolah asrama.

Perwakilan dari Kementerian Perindustrian dan Pengembangan Industri, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan bahwa mengidentifikasi produk pariwisata pedesaan dan perkotaan di Tanara. Menurutnya, FGD juga bertujuan untuk melibatkan pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata religius.

"Selain itu, kegiatan ini meninjau potensi pariwisata pedesaan dan perkotaan dalam nuansa agama di Tanara. Tujuannya adalah untuk terlibat dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mengembangkan potensi nuansa religius agama pedesaan dan perkotaan di Tanara, "kata Ni Wayan Giri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pariwisata di Banten sangat kaya dan dapat dikembangkan baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Menurutnya, Banten juga sangat aktif di bidang wisata religi, wisata sejarah, wisata alam dan wisata budaya.

Tonton video " Untuk mengantisipasi Ramadhan, Kemenpar menyiapkan" Pesona Reuni 2019 "" [ "
[Gambas: Video 20detik]
(ega / ega)

Related posts

Leave a Comment