Kementerian Transportasi bekerja sama dengan ITS untuk membangun kapal wisata kapal selam


Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dalam pembangunan kapal penumpang. Kapal pesiar nanti bisa melihat keindahan air.

"Presiden menuduh saya membuat kapal untuk melihat pemandangan bawah laut, untuk Labuan Bajo dan Bunaken, tetapi saya berharap kapal ini tidak dibeli dari luar negeri tetapi dibuat di "Kami tahu bahwa ITS memiliki manfaat merancang dan melaksanakan persiapan kapal. Maka saya pergi ke rektor (ITS) untuk bekerja sama membangun kapal ini, "kata Menteri Perhubungan, Budi Karya, dalam keterangannya Kamis, 15 Agustus 1945.

Menteri Perhubungan Transport meminta kapal untuk dirancang untuk mengadopsi kearifan lokal dan keunikan masing-masing daerah.

"Kami meminta ITS untuk menjadikannya desain mewah dan kearifan lokal. Sebagai contoh, sebuah kapal di Bunaken dalam gaya Manado, di Labuan Bajo dalam gaya NTT ", kata menteri.

Rencananya, kapal wisata ini akan diproduksi dengan desain kapal bawah kaca ekologis, diproduksi dengan kaca atau bahan transparan lainnya di bagian bawah kapal sehingga penumpang dapat melihat pemandangan ikan dan bawah air di laut dari kapal itu sendiri.

Perahu ini dirancang untuk orang yang menyukai keindahan panorama bawah laut tanpa perlu menyelam. Di dek kapal, kursi penumpang akan tersedia berdampingan dengan jendela kaca bening.

Desain ini telah dirancang sehingga penumpang dapat melihat pemandangan kehidupan laut dari dalam kapal. ITS akan menghasilkan dua (dua) kapal yang akan ditempatkan di Labuan Bajo, di sebelah timur Nusa Tenggara dan di Pulau Bunaken, Manado, untuk mendukung Di masa depan, Menteri Perhubungan mengundang sektor swasta untuk berinvestasi dalam pembangunan kapal penumpang.

Proses pembuatan kapal itu sendiri diperkirakan akan berlangsung total lima bulan, dengan tonggak sejarah, studi kelayakan dua bulan, desain dasar atau DED (desain teknik rinci) 2. bulan, juga dari fase produksi selama 3 bulan.

"Kami meminta agar fase DED selesai pada Oktober, jadi kami berharap kedua kapal akan selesai sebelum Idul Fitri tahun depan." Di masa depan, ini tidak akan tidak akan pemerintah yang akan berinvestasi, tetapi sektor swasta, "tambahnya.

Kapal touring ini akan dibangun sesuai dengan metodologi desain spiral, dengan kapasitas 80 GT, mampu menampung hingga 60 penumpang dan 4 anggota awak dengan kecepatan maksimum 12 knot.

Kapal yang akan ditempatkan di Pulau Bunaken akan melayani hingga 3 perjalanan sehari, sedangkan kapal yang ditempatkan di Labuan Bajo akan melayani hingga 4 perjalanan sehari, waktu yang dibutuhkan adalah 2 jam.

Kegiatan ini didampingi oleh Direktur Jenderal Pengiriman, Agus H. Purnomo, dan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Mochamad Ashari.

Tonton video " Menteri Perhubungan menyerukan penerbangan promosi ke Jakarta "
[Gambas:Video 20detik]
(ega / mpr) )

Related posts

Leave a Comment