Keyakinan di Paskibraka Nasional Bali 2019, Korban Sistem Zonasi Sekolah

Sanggra menjelaskan bahwa sekolahnya, pada saat SMA Negeri 1 Mendoyo, hilang. lebih banyak fasilitas belajar, seperti komputer dan laboratorium sekolah yang sesuai.

]

Menurutnya, perlu dicatat bahwa belajar siswa menjadi lebih efektif dan lebih menyenangkan.

"Karena siswa memerlukan fasilitas untuk belajar, ini juga disebut sekolah. Siswa difasilitasi untuk belajar. Hal pertama yang pasti adalah bahwa komputer kekurangannya, kita belum pernah masuk laboratorium, laboratorium masih kotor, "katanya.

Selain itu, kurangnya kegiatan ekstrakurikuler juga disayangkan. Dia juga harus mendaftar untuk menjadi Paskibraka sendirian, karena sekolahnya tidak memiliki program ekstrakurikuler Paskibra.

"Sanggra baru dapat menjadi Paskibra, hanya ada pengembangan pribadi Paskibraka. Pertama, Sanggra pertama kali ikut serta dalam pelarian, setelah TUB ini (upacara Tata), maka untuk pemilihan calon untuk Kabupaten Paskibraka, tidak ada sekolah, "katanya.

"Ekstrakurikuler, jika Sanggra jujur, jangan katakan (dukungan). Setiap Jumat, ada kegiatan ekstrakurikuler, tetapi hanya untuk beberapa kegiatan seperti pramuka. Tidak sepenuhnya ekstrakurikuler, maka seseorang diam saja, di kelas, "pungkas Sanggra.

Related posts

Leave a Comment