Komponen lokal mobil listrik harus mencapai 80%, jawaban ini dari Gaikindo

Liputan6.com, Jakarta – Permukiman Presiden (Perpres) terkait dengan akselerasi Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia secara resmi ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Peraturan ini diundangkan pada 8 Agustus 2019 dan 12 Agustus 2019. Dalam pasal Perpres, khususnya dalam Pasal 8, untuk kendaraan dengan roda empat atau lebih dari tahun 2030, tingkat minimum Konten domestik (TKDN) adalah 80%.

Menanggapi isi Perpres, Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), menyambut baik keputusan tersebut dan mengatakan didukung. Alasannya adalah bahwa ini harus dilakukan oleh produsen mobil Indonesia yang telah terjun ke pasar mobil listrik dan tidak mengizinkan industri untuk beralih ke negara lain.

"Tapi yang harus kami jelaskan, adalah bagaimana meningkatkan daya saing. Maka industri otomotif tidak otonom," Kukuh menjelaskan di sela-sela perdebatan mengenai masalah tersebut. Meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia menuju era otomotif 4.0, yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Otomotif (berjangka), Kamis (15/8/2019).

Dia kemudian mengatakan bahwa, dalam rantai industri otomotif, ada berbagai perusahaan komponen dan bahwa era ini harus diperhitungkan ketika menyangkut kendaraan ramah lingkungan.

"Ambil contoh, 10 tahun yang lalu. Mobil telah berubah, Indonesia memiliki banyak sumber daya karet dan akan jauh lebih menguntungkan untuk memiliki pabrik karena Dengan cara yang sama, jika Anda memproduksi ban, bisa untuk semua jenis mobil dan membuat ban penting untuk negara di luar Indonesia, "tambahnya.

Analogi ini juga berlaku untuk mobil listrik yang akan berkembang di masa depan. Indonesia memiliki kobalt yang dapat dikembangkan untuk baterai, meskipun beberapa bahan tidak ada di negara ini.

"Jika ini dikembangkan dengan sumber daya alam di Indonesia, kami akan dapat meningkatkan daya saing kami. Bukan mereka yang hanya menggunakan insentif," pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment