Konsumen Semarang tidak menghitung tarif Ojek baru online

Taksi online dianggap sebagai kebutuhan ekonomi dan praktis.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG – Taksi Online Kota Semarang untuk Konsumen (Pengguna Layanan) Jangan Khawatir tentang Penyesuaian Tarif yang Diperlukan untuk Implementasi kebijakan ekspansi tarif baru. Taksi ojek online selalu menjadi alternatif untuk kebutuhan transportasi yang fleksibel.

Paling tidak, Agung R (37), warga Distrik Pudakpayung, Kabupaten Banyumanik, Kota Semarang, mengutarakan pandangan ini. Baginya, meskipun tarif pajak untuk sepeda motor online telah disesuaikan, uang yang ditarik lebih ekonomis daripada tarif taksi untuk sepeda motor konvensional.

"Karena ojek motor klasik tidak tahu perhitungan jarak atau kilometer, kecuali untuk menetapkan biaya sesuai dengan standar nominal ideal yang disepakati.", Katanya, Senin (12/12) 8).

Dia memberi contoh, sampai sekarang, dia selalu memberikan tunjangan transportasi 8.000 rupee kepada putrinya menghadiri sekolah dasar swasta di Ungaran, ibukota kabupaten Uang transportasi khusus digunakan untuk pulang dari sekolah karena dia selalu membawa putrinya yang duduk di sekolah dasar kelas lima saat pergi bekerja.

Menurutnya, jika dia menggunakan jasa ojek motor konvensional, uang Rp 8.000 itu tidak akan cukup, karena Kabupaten Semarang menggunakan layanan ojek untuk wilayah Kota Semarang, tarif terdiri dari penggunaan r formula yang sesuai.

Jika digunakan dengan benar, itu tidak lagi didasarkan pada jarak nyata sekitar 6 kilometer saja. "Tidak seperti layanan ojek online, bahkan dengan ongkos minimum, ini sudah cukup dan bisa menenangkan saya," katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Wulandari (24 tahun), warga Candi, Ungaran, Kabupaten Semarang. Dia mengaku dapat mengandalkan fungsionalitas ojek motor online yang dapat diakses langsung melalui aplikasi jika diperlukan.

Ini berarti bahwa konsumen tidak perlu khawatir datang ke pangkalan Ojek karena ojek sepeda motor online akan datang langsung ke rumah. "Jadi, penyesuaian tarif nominal jika jumlahnya hanya 2.000 rupee, bagi saya, tetap masuk akal," katanya.

Seperti diketahui, tarif baru lebih rendah dan batas atas ojek online didasarkan pada Keputusan Menteri Transportasi (Menhub) nomor 348 pada 2019. Penyesuaian baru sedang dilakukan. ; berlaku.

Penyesuaian tarif Zona 1 untuk Sumatra, Jawa, dan Bali (dengan pengecualian Jabodetabek) adalah antara Rs 1.850 dan Rs 2.300 per kilometer dengan biaya minimum antara 7.000 dan 10.000. Rs. . Sementara Zona 2 (khususnya Jabodetabek) menerapkan penyesuaian 2.000 hingga 2.500 rupee per kilometer dengan biaya minimum 8.000 hingga 10.000 rupee.

Sementara Zona 3 mencakup wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya, ia menerapkan tarif Rp2.100 rupee, 2600 rupee dengan biaya minimum 7000 rupee, 10.000 rupee.

Related posts

Leave a Comment