Kontaminasi oleh debu timah hitam, area di sekitar Notre Dame de Paris ditutup

Pemerintah Kota Paris telah menutup semua jalan di sekitar Katedral Notre Dame sehingga pekerja dapat mulai membersihkan area dari segala kontaminasi debu timbal yang berbahaya bagi kesehatan.

Debu timbal ditemukan di sekitar Notre Dame setelah kebakaran besar menghancurkan menara dan banyak bagian atapnya April lalu

.

"Karena setidaknya ada 300 ton timah yang digunakan untuk pembangunan atap dan menara, daerah Notre Dame sekarang menjadi daerah yang tercemar," kata petugas lingkungan Prancis , Robin de Bois. "Katedral sekarang dipenuhi dengan bahan beracun," tambahnya.

Pagar tinggi mencegah mobil dan pejalan kaki memasuki area tersebut. Stasiun kereta terdekat juga telah ditutup.

Pekerja akan menggunakan dua metode dekontaminasi. Yang pertama adalah menggunakan semacam gel atau perekat yang akan diterapkan ke semua bangku taman, lampu jalan dan benda-benda lain di tempat-tempat umum, untuk menyerap debu timbal. Cara kedua adalah menggunakan semprotan air yang dicampur dengan bahan kimia.

Upaya rekonstruksi katedral terkenal itu dihentikan bulan lalu karena alasan keamanan dan diperkirakan akan dimulai lagi mulai minggu depan.

Selama berbulan-bulan, pihak berwenang Prancis telah menyangkal adanya kontaminasi timbal yang mengancam kesehatan mereka. Hanya pada akhir Juli diakui bahwa pembersihan yang lebih ketat diperlukan setelah ditemukannya debu timbal di gedung-gedung yang berlokasi di satu kilometer dari katedral.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memutuskan bahwa renovasi katedral berusia 850 tahun itu akan selesai dalam lima tahun ke depan. Sebelum kebakaran, Notre Dame dikunjungi oleh lebih dari 10 juta pengunjung setiap tahun. [ii/pp]

Related posts

Leave a Comment