Paskibraka Hijab membatalkan celana panjang, Kemenpora: simbol rok feminitas

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Paskibraka Nasional 2019 yang mengenakan jilbab dibatalkan RI di Istana Merdeka.

Penampilan mereka dengan rok sudah terlihat ketika semua Paskibraka dari 34 provinsi akan diresmikan di Istana Merdeka pada Kamis, 15 Agustus 2019.

Dr. H. M. Asrorun Ni Sholeh MA, Deputi Pengembangan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga, datang ke peresmian Paskibraka Nasional 2019, berbicara tentang hal itu.

"Peraturan ini bertujuan untuk membuka kemungkinan bagi anggota perempuan untuk mengenakan celana panjang," kata Asrorun di Paskibraka Liputan6.com Diary di Istana Negara, Kamis, 15 Agustus 2019.

Menurut Asrorun, pembatalan jilbab yang dikenakan oleh Paskibraka nasional tahun 2019 mengenakan celana panjang untuk memastikan sejumlah informasi publik. Meski demikian, lanjut Asrorun, pihaknya selalu memberi perhatian khusus pada sejumlah barang, termasuk yang terkait dengan alat kelamin.

"Selain mengenakan rok lima sentimeter di bawah lutut, kami juga menggunakan legging. Ini untuk memvalidasi semua kontribusi publik," kata Asrorun.

"Rok itu tetap dalam kondisi megah dan merupakan simbol feminitas, yang telah ditransmisikan oleh publik," katanya.

Satu hal yang pasti, lanjut Asrorun, Kemenpora telah memastikan bahwa upacara peringatan 74 tahun Kemerdekaan Indonesia adalah khidmat dan khidmat dan tetap dalam posisi sakral dari kegiatan Paskibraka .

Related posts

Leave a Comment