PPP ingat Mbah Moen: Dia adalah orang tua, guru, dan contoh bagi kita semua

Jakarta –
PPP mengadakan doa bersama pada kesempatan kematian ketua Dewan Syariah PDP, PDP KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. Penjabat Presiden PPP Suharso Monoarfa mengenang Mbah Moen sebagai model.

"Kami memiliki kesempatan untuk berkumpul untuk bertemu dengan almarhum. Semua orang tua kami, semua guru kami, semua contoh kami. Tentu saja, kami semua merasa tersesat. Setiap cerita dan saya akui bahwa ini hal yang indah, "kata Suharso kepada kantor PDP PPP, Jl Pangeran Diponegoro, di Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2013.

Secara khusus, Suharso ingat Mbah Moen tiba di kantor PPP PDP beberapa waktu lalu. Saat itu, Suharso ditunjuk sebagai partai berlambang lambang Ka'Bah ini setelah Romahurmuziy (Rommy) karena presiden definitif bernama tersangka KPK. "Jika kamu ingat, dan ingat kata-kata itu, karena dia ada di ruangan ini, kita ada di sana beberapa saat yang lalu." Tanpa pensiun, tanpa pensiun, Mas Suharso "Saya menerimanya langsung dari tangannya," kenangnya.

"Suatu kehormatan yang luar biasa bagi saya, saya tidak pernah memimpikannya, sama sekali tidak, tetapi pada saat itu kami semua ingin menyelamatkan liburan, itu adalah contoh dalam hidup saya dan dia ", lanjut Suharso.

Suharso juga menyesal karena tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Mbah Moen melalui telepon sebelum PBNU Mustasyar (dewan penasihat) berangkat ke Tanah Suci untuk melakukan ziarah. . Dia mengatakan bahwa dia sangat menghormati Mbah Moen, yang dia tahu bahwa dia tidak pernah membuat pernyataan negatif atau negatif.

"Prestasinya adalah prestasi kumulatif, bukan prestasi yang mudah, tidak instan, tetapi prestasi luar biasa dengan kesabaran dengan semua perjalanan panjang, jadi mari kita ikuti, kita meniru apa yang dia warisi dari semua, sejauh yang saya tahu, sangat sulit untuk mengatakan tidak atau tidak, tidak, tidak, semuanya baik-baik saja … luar biasa bagi saya sejauh ini, "katanya.

Suharso juga melihat Mbah Moen sebagai contoh di partainya. Menurutnya, Mbah Moen telah menyampaikan banyak pelajaran nasional.

"Dalam ceramah videonya pada pembukaan Konferensi Nasional terakhir, ia sekali lagi mengingatkan bahwa partai ini harus mempertahankan amar my nahi munkar ruf, ia harus memiliki manfaat bagi bangsa, negara dan agama, katanya kepada para pendukung agama lain, itu luar biasa, pelajaran nasional yang tentu saja dapat kita pahami bagi semua anak bangsa, bahwa memang benar bahwa itu bukan hanya milik partai untuk pengembangan persatuan, tetapi untuk bangsa Indonesia, "katanya.

(jbr / idh)

Related posts

Leave a Comment