Presiden meminta MPR untuk terus mempromosikan 4 pilar

Jokowi memuji upaya MPR untuk mensosialisasikan empat pilar dengan berbagai metode.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memberikan penghormatan kepada kinerja Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam ungkapan Unit. Presiden menyatakan bahwa MPR menjamin bahwa sistem kerja sama bangsa harus mencerminkan semangat Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Republik Indonesia dan Republik Indonesia. kesatuan dalam keanekaragaman.

kelompok masyarakat seperti mahasiswa, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum, "katanya dalam pidatonya di pertemuan tahunan MPR 39, diadakan di gedung Nusantara, kompleks bangunan gedung MPR / DPR / DPD RI, Jumat (16/8),

Ia yakin bahwa MPR akan terus membuat terobosan dalam tugas sosialisasi ini empat pilar sehingga nilai-nilai dari empat pilar semakin kuat tertanam di dada setiap manusia Indonesia. Presiden mendorong penggunaan teknologi informasi.

Untuk Di era saat ini, penyebaran informasi sangat cepat menurutnya, oleh karena itu bangsa ini harus lebih cepat dari yang lain, harus lebih waspada daripada yang lain. jangan biarkan pihak-pihak yang merusak konsensus nasional menggunakan Kemajuan teknologi, kata Presiden.

Menanggapi evolusi teknologi informasi, Presiden berterima kasih kepada MPR karena terus mencari cara baru untuk mempromosikan nilai-nilai nasional sehingga sosialisasi dapat diterima oleh semua orang. segmen masyarakat, terutama oleh generasi muda. Diakui, MPR telah menempatkan campuran seni dan budaya yang terkait dengan kemajuan teknologi informasi. Metode seperti itu menurut presiden diperlukan.

Pada kesempatan ini, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada MPR yang melakukan survei nasional tentang kinerja, sosialisasi. Survei ini diakui sebagai referensi untuk menyempurnakan strategi sosialisasi dan agar program sosialisasi menjadi lebih efektif.

"Yang benar-benar kita butuhkan adalah menciptakan terobosan, terobosan dalam penciptaan dan penggunaan teknologi," katanya.

Jokowi menyebut semua prestasi lembaga negara adalah modal bersama untuk menghadapi tantangan di masa depan. Bangsa ini tidak bisa cepat berpuas diri. Perlu saling membantu, bukan alergi terhadap kritik. Kritik harus diterima dengan segala cara.

"Perbedaan antara individu, antara kelompok dan bahkan antara lembaga negara dalam demokrasi adalah suatu keharusan," kata Presiden.

"Jika perbedaan dikelola dalam visi global yang sama, mereka akan menjadi kekuatan dinamis untuk bergerak menuju Indonesia yang maju," katanya.

Related posts

Leave a Comment