Siswa-siswa sekolah profesional di Medan dilepaskan ketika polisi memerintahkannya untuk masuk ke narasi

Medan –
Seorang siswa profesional di Medan telah menjadi viral di media sosial. Ini karena tindakan mengharuskan prinsip ke-5 Pancasila ditegakkan di hadapan petugas polisi lalu lintas kota Medan yang telah menerima pelanggaran.

Informasi yang diperoleh, siswa sekolah kejuruan memiliki inisial MH.

"Acara ini berlangsung pada Selasa (13/08/2019) kemarin ketika kami menyerbu Jalan Brigjen Katamso dan pergi ke Kanit Lantas," kata Revi Nurvaleni, Komisaris. kepala polisi kota Medan. Rabu (14/08/2019).

Di Unit Polisi Lalu Lintas Medan, Kota Iptu AW Nasution, MH diminta untuk melakukan penggerebekan. Setelah itu, dia meminta plang untuk serangan itu.

"Dia meminta surat perintah, dan kemudian dia ditanya di mana tanda itu, dan kemudian anggota bertanya," Hentikan izin, Dek, SIM STNK. "Dia tidak bisa menunjukkannya. Dia langsung dihukum, "mantan kepala polisi Medan Barat.

Setelah menerima pelanggaran, pada saat itulah siswa kelas 8 keberatan dan menyebutkan Lima Prinsip Pancasila, yang dibaca sebagai berikut: "Keadilan Sosial untuk Semua Orang Indonesia".

Seorang warga yang merekam tindakan MH memposting video di jejaring sosial Facebook. Video itu viral.

Sebagai akibat dari insiden ini, MH dimaafkan. Dia pergi ke Kepolisian Resor Kota Medan, ditemani oleh orang tuanya, untuk meminta maaf.

"Saya datang dengan orang tua saya dan saya minta maaf atas tindakan viral saya di media sosial di institusi Polri, terutama kantor polisi di Medan, saya berjanji untuk jangan ulangi, "kata MH.

(tor / tor)

Related posts

Leave a Comment