Taman Anak-Anak ABA selama 100 tahun telah melahirkan banyak generasi bangsa yang tersebar luas di seluruh negeri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejarah telah mencatat jejak dedikasi Isy Aisyiyah terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia sejak 1919.

Pendidikan diperuntukkan bagi kerabat pemerintah kolonial Belanda.

Pada waktu itu, pendidikan tentu saja tidak mendidik anak-anak dengan cara Islam dan mempertahankan ideologi nasionalisme. Isy Aisyiyah, sebagai cabang dari Organisasi Wanita Muhammadiyah, menyadari masalah pendidikan anak-anak pada waktu itu.

Dengan gagasan untuk memperkuat desain lembaga keluarga dan melahirkan generasi penerus yang terampil untuk membangun bangsa, Nyai Siti Walidah, istri KH Ahmad Dahlan, membuat perubahan dengan gerakan Aisyiyah yang merupakan pertama yang meluncurkan kegiatan di bidang pendidikan wanita.

Taman Anak Aisiyah, yang pertama kali diinisiasi, dibaptis dengan Taman Anak Frishe Aisyiyah dan didirikan di Kauman Yogyakarta sebagai hasil pengembangan 39; Institute.

TK ABA adalah lembaga pendidikan anak usia dini, atau PAUD, yang dimiliki oleh penduduk asli di era kolonial Belanda.

Berdiri di atas inisiasi Puteri Muhammad Kamaludin Ningrat, bernama Siti Umniyah, yang kemudian memegang jabatan Presiden Siswo Proyo Wanito, sebuah asosiasi siswa sekolah Muhammadiyah yang dibentuk oleh Sumo Dirjo.

TK ABA Kauman didirikan dengan tujuan memberikan pendidikan anak-anak kepada dasar-dasar Islam untuk mempromosikan semangat nasionalisme dan merespon pada saat yang sama popularitas sekolah Frouble dengan panggilan Eropa yang dikelola oleh Belanda sejak 1914.

Semangat pembaruan selalu didorong oleh TK ABA, seperti semangat Kyai. H. Ahmad Dahlan dan Nyai. Ahmad Dahlan dalam modernisasi pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

Pertarungan Nyai Ahmad Dahlan atau Nyai Siti Walidah dimulai dengan penciptaan gerakan isy Aisyiyah, sebuah organisasi perempuan yang bergerak dalam urusan sosial, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan kebaikan. -menjadi wanita dan keluarga. Sampai Republik Indonesia, pendiri PAUD, Aisyiyah memenangkan gelar pahlawan nasional.

Related posts

Leave a Comment