Temuan Awal Mengenai Manfaat Pembajakan, Bukti yang Tersedia di Indonesia Memiliki Potensi Besar untuk Sumber Daya Alam

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan, Siswanto, mengatakan pengembangan pembajakan sebagai obat antikanker masih sangat dini dan harus dilanjutkan lebih lama.

Setidaknya sejumlah langkah harus diambil untuk membuatnya bermanfaat bagi pasien kanker. Tanaman harus menjalani isolasi bahan aktifnya, uji in vitro bahan aktifnya pada garis sel kanker, tes hewan dan tiga uji klinis pada manusia.

"Untuk pengujian pada manusia, itu harus dikaitkan dengan industri farmasi sehingga bahan uji diproduksi oleh CPOB (Good Manufacturing Practices)," kata Siswanto, yang dihubungi di The Mekah di Arab Saudi.

Jika semua langkah telah diambil, itu hanya dapat diproduksi secara ekonomis dan meminta izin pemasaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jadi semua langkah harus dilakukan dengan tegas, yang berarti bahwa masyarakat tidak didorong untuk mengkonsumsi isi Bajakah untuk mengobati kanker," katanya.

Siswanto meminta pasien untuk terus mengunjungi dokter.

Related posts

Leave a Comment